Jl. Raya Cilandak KKO No.11 Pasar Minggu Jakarta Selatan

Perawatan Kolam Renang Sendiri, Apa Saja yang Dilakukan?

Jika Anda adalah pemilik kolam renang baru, besar kemungkinan akan menanyakan hal seperti ini. Itu bagus, berarti Anda peduli dengan kebersihan dan kenyamanan saat menggunakan kolam renang. Banyak orang di luar sana mungkin belum memikirkan hal ini. Tapi mari kita kembali ke topik utamanya, apa yang kita lakukan jika ingin perawatan kolam renang sendiri?

Kami akan mencoba menjelaskan beberapa poinnya. Silakan simak jika Anda berniat melakukan maintenance kolam renang tanpa bantuan ahli. Tentu ada banyak tahapan yang perlu diperhatikan agar air tetap sehat dan mesin tidak cepat rusak.

8 Hal Penting Jika Mencoba Perawatan Kolam Renang Sendiri

Melakukan pembersihan kolam renang pribadi membutuhkan ketelatenan serta peralatan yang memadai. Anda perlu menyisihkan waktu khusus agar setiap bagian kolam tertangani dengan baik. Berikut adalah urutan pengerjaan yang sebaiknya Anda ikuti.

1. Membersihkan Sampah dan Dedaunan

Langkah paling awal adalah mengambil sampah yang mengapung di permukaan air menggunakan jaring atau leaf skimmer. Sampah dedaunan, plastik, atau serangga harus segera diangkat agar tidak menyebabkan masalah kebersihan.

Jika sampah ini dibiarkan terlalu lama dan tenggelam ke dasar, kotoran tersebut akan mengendap. Ini berisiko membuat air kolam renang yang tadinya jernih menjadi kotor.

2. Menyikat Kolam Renang

Setelah permukaan bersih, Anda harus menyikat bagian dinding kolam, lantai, hingga bibir kolam renang. Area yang sering terkena garis air biasanya lebih cepat kotor karena sisa minyak atau kotoran yang menempel.

Menyikat secara rutin sangat ampuh untuk mencegah tumbuhnya lumut dan alga yang bisa membuat kolam terasa licin. Pastikan Anda menggunakan sikat khusus kolam renang agar tidak merusak tekstur keramik atau nat kolam.

3. Pengujian Kadar Air

Langkah krusial berikutnya adalah mengecek kondisi air menggunakan alat yang disebut test kit. Cara melakukannya cukup mudah, Anda hanya perlu mengambil sampel air kolam ke dalam wadah tabung test kit, lalu teteskan cairan indikator (biasanya fenol merah untuk pH dan orthotolidine untuk klorin).

Kocok sebentar dan bandingkan warna air dengan skala indikator yang tersedia. Mengapa pengecekan ini penting? Karena air yang terlihat bening belum tentu sehat dan aman bagi kulit Anda.

4. Pemberian Chemical atau Obat

Berdasarkan hasil uji air tadi, barulah Anda bisa memberikan obat kolam renang seperti kaporit, soda ash, terusi, PAC, dan sejenisnya.

Anda wajib menyiapkan takaran yang sesuai dengan volume air kolam agar tidak terjadi pemborosan atau malah membuat kadar pH dan klorin semakin buruk.

Pemberian chemical yang asal-asalan bisa berisiko membuat mata perih atau kulit terasa gatal setelah berenang. Selalu ikuti petunjuk dosis yang dianjurkan untuk hasil terbaik.

5. Vacuum Kolam Renang

Proses vacuum bertujuan untuk mengangkat kotoran halus atau debu yang mengendap di dasar kolam setelah proses pemberian obat.

Anda perlu menghubungkan selang vacuum ke lubang pembuangan atau skimmer sambil mengarahkan vacuum head ke seluruh dasar kolam secara perlahan. Proses ini harus dilakukan dengan sabar agar endapan kotoran tidak kembali naik dan membuat air menjadi keruh lagi. Apakah Anda sudah memiliki perlengkapan vacuum yang lengkap di rumah?

6. Membersihkan Bagian Tertentu

Jangan lupa membersihkan area pendukung kolam lainnya. Jika menggunakan sistem skimmer, pastikan Anda membersihkan skimmer basket dari tumpukan sampah.

Namun, jika kolam Anda bertipe overflow, maka bagian gutter (saluran air di pinggir kolam) dan balancing tank juga wajib dibersihkan dari endapan kotoran. Kebersihan area pendukung ini sangat memengaruhi kualitas air yang disirkulasikan kembali ke dalam kolam.

7. Pengecekan Kolam Renang

Sambil membersihkan, luangkan waktu untuk memantau kondisi fisik kolam secara keseluruhan. Periksa apakah ada tanda-tanda kebocoran air, retakan pada keramik, atau masalah pada sambungan pipa yang mungkin merembes.

Deteksi dini terhadap masalah fisik kolam akan sangat membantu Anda dalam menghindari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di masa mendatang. Memastikan tidak ada masalah pipa juga membantu menjaga tekanan air tetap stabil.

8. Pengecekan Teknis di Ruang Mesin

Tahap terakhir adalah masuk ke ruang mesin untuk memastikan semua perangkat bekerja normal. Cek kondisi pompa apakah suaranya masih halus atau ada getaran yang tidak wajar.

Periksa juga tekanan pada filter kolam renang melalui pressure gauge, jika sudah terlalu tinggi berarti saatnya Anda melakukan backwash atau pembersihan pasir filter.

Jangan lupa mengecek instalasi kelistrikan kolam untuk memastikan semuanya aman dari risiko korsleting akibat lembap atau terkena air.

Berapa Lama Waktu untuk Perawatan Kolam Renang Sendiri?

Jika Anda memutuskan untuk merawat kolam renang sendiri, estimasi waktu yang dibutuhkan berkisar antara 1,5 hingga 3 jam per sesi perawatan. Durasi ini tentu sangat bergantung pada luas kolam renang dan seberapa kotor kondisi air saat itu.

Melakukan rutinitas ini setidaknya dua kali dalam seminggu sangat disarankan agar kondisi air tetap terjaga.

Namun, bagi Anda yang memiliki jadwal kerja sangat padat, menyisihkan waktu tentu menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi jika ada masalah teknis pada mesin yang butuh keahlian.

Keputusan untuk melakukan perawatan kolam renang sendiri atau pakai jasa perawatan kolam renang profesional ada di tangan Anda. Kami hanya bisa menyarankan jika sekiranya kesulitan atau tidak punya waktu luang, maka layanan profesional seperti Nata Air selalu siap membantu.  Hubungi kami untuk mulai berkonsultasi seputar kebutuhan kolam renang Anda!