Kami yakin Anda pasti pernah pusing saat melihat air kolam renang yang tadinya jernih menjadi hijau. Tidak apa-apa hal itu wajar, bukan hanya Anda yang mengalami hal tersebut besar kemungkinan jutaan orang di luar sana juga mengalaminya. Tapi mungkin Anda tetap penasaran memangnya bagaimana cara menjernihkan kolam renang hijau ini agar kembali bening dan aman digunakan untuk berenang?
Kondisi air yang berubah warna menjadi hijau biasanya menandakan adanya pertumbuhan alga yang tidak terkendali akibat rendahnya kadar disinfektan.
Nata Air hadir untuk membantu Anda memahami tahapan pengerjaan yang benar agar tenaga dan biaya yang Anda keluarkan tidak terbuang percuma.
Mari kita bedah langkah demi langkah untuk mengembalikan kesegaran kolam renang kesayangan Anda di rumah.
Tahapan Menjernihkan Air Kolam Renang Hijau Menjadi Bening
Proses pemulihan air tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan reaksi kimia dan penyaringan fisik yang intensif. Kami membagi proses ini menjadi tiga fase utama agar Anda bisa melakukannya secara teratur. Berikut adalah urutan pengerjaan yang kami sarankan bagi pemilik kolam renang.

1. Bersihkan Sampah Fisik di Permukaan dan Dasar
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mengangkat seluruh kotoran organik seperti daun, ranting, atau serangga menggunakan leaf skimmer. Membuang sampah besar ini bertujuan agar bahan kimia nantinya bisa bekerja langsung pada alga tanpa terhambat oleh kotoran kasar yang membusuk. Jangan gunakan vakum otomatis pada tahap ini karena sampah yang menumpuk berisiko menyumbat sistem sirkulasi dan merusak komponen pompa Anda.
2. Sikat Dinding dan Lantai Kolam Secara Menyeluruh
Setelah sampah besar hilang, gunakan sikat kolam untuk menyikat seluruh permukaan dinding dan lantai dengan kuat guna menghancurkan lapisan pelindung alga. Proses penyikatan ini sangat krusial agar spora alga yang menempel pada sela-sela nat keramik bisa terlepas dan terkena paparan kaporit secara langsung. Tanpa penyikatan yang maksimal, alga akan tetap terlindungi di bawah lapisan lendirnya sendiri dan sulit dibasmi secara tuntas.
3. Uji dan Seimbangkan Kadar pH Air
Sebelum memasukkan obat pembasmi, lakukan pengetesan air menggunakan test kit untuk memastikan pH berada di angka ideal 7,2-7,6. Klorin atau kaporit hanya akan bekerja secara efektif jika derajat keasaman air berada dalam rentang tersebut. Jika pH terlalu tinggi (basa), tambahkan Muriatic Acid (HCl) atau Sodium Bisulfate guna menurunkannya agar daya oksidasi kaporit nantinya bisa bekerja maksimal membunuh mikroorganisme.
4. Lakukan Shocking dengan Kaporit Dosis Tinggi
Pemberian kaporit dosis tinggi merupakan langkah utama untuk mematikan alga secara instan dalam waktu singkat. Gunakan kaporit bubuk atau granular dengan dosis dua hingga tiga kali lipat dari takaran normal, tergantung pada tingkat kepekatan warna hijau air kolam Anda.
Sangat kami sarankan untuk melakukan proses ini pada malam hari agar klorin tidak menguap terbakar sinar matahari, sehingga kekuatannya tetap utuh untuk membasmi seluruh alga semalaman.
Baca juga: Tips Merawat Kolam Renang Saat Musim Kemarau, Wajib Paham!
5. Jalankan Sirkulasi Pompa Selama 24 Jam
Setelah pemberian obat selesai, nyalakan pompa sirkulasi selama minimal 24 jam nonstop agar sistem filtrasi bisa menyaring bangkai alga yang melayang di air. Aliran air yang terus bergerak membantu meratakan distribusi bahan kimia ke seluruh sudut kolam sekaligus mempercepat proses penjernihan.
6. Lakukan Backwash Filter Secara Berkala
Alga yang mati akan menyaring dan menumpuk pada media filter dengan sangat cepat, sehingga menyebabkan tekanan pada tangki filter meningkat.
Anda perlu melakukan proses backwash (cuci filter) beberapa kali dalam sehari selama periode penjernihan ini guna membuang kotoran yang terjebak di dalam pasir.
Pembersihan filter secara berkala menjamin performa sirkulasi tidak menurun dan air kolam bisa kembali bening dalam waktu yang lebih singkat.
7. Tambahkan Clarifier atau Flocculant untuk Pengendapan
Jika air sudah berubah warna menjadi abu-abu susu namun tetap terlihat berkabut, tambahkan clarifier atau flocculant seperti PAC (Poly Aluminium Chloride).
Kemudian, Anda bisa mematikan mesin sirkulasi kolam renang selama semalaman.
Bahan kimia ini berfungsi mengikat partikel alga yang sudah mati menjadi gumpalan yang lebih berat sehingga akan mengendap ke dasar kolam atau lebih mudah tersaring oleh filter.
Penggunaan koagulan ini sangat membantu mempercepat pemulihan air agar tidak terus-menerus terlihat keruh.
8. Vakum Endapan dengan Setelan Waste
Tahap terakhir adalah menyedot semua kotoran yang sudah mengendap di dasar kolam menggunakan vacuum head. Pastikan Anda mengatur posisi katup filter pada mode "Waste" (buang) agar seluruh endapan kotoran langsung terbuang ke saluran pembuangan tanpa melewati tangki pasir filter lagi.
Langkah ini jauh lebih efektif untuk memastikan kolam benar-benar bersih total tanpa risiko kotoran halus kembali lagi ke dalam air kolam.
Sama-sama Hijau Tapi Penyebabnya Berbeda, Ini Penjelasannya
Pernahkah Anda merasa sudah memberikan banyak obat tetapi air tetap tidak kunjung jernih? Hal ini terjadi karena tidak semua warna hijau disebabkan oleh alga standar.

Memahami penyebab spesifik akan membantu Anda menentukan cara menjernihkan kolam renang hijau yang paling efisien tanpa membuang bahan kimia secara percuma. Berikut rinciannya:
Itu dia penjelasan mengenai cara mengatasi air kolam renang hijau semoga bisa membantu Anda mengembalikan keindahan kolam di rumah. Sudah mencoba mengotak-atik sendiri tapi air tetap hijau membandel?
Anda mungkin butuh bantuan ahli untuk menjernihkan kolam renang hijau tersebut. Hubungi jasa maintenance kolam renang Nata Air melalui nomor +62 816-773-514, kami siap hadir membantu mengembalikan kejernihan air Anda. Konsultasi hari ini gratis!
