Musim hujan sering kali menjadi salah satu momen yang membuat banyak orang sangat waspada. Tidak hanya soal kesehatan tubuh tetapi juga kondisi fasilitas di rumah misalnya seperti kolam renang di area terbuka. Belum banyak yang mengetahui bagaimana cara merawat kolam renang musim hujan agar air tidak cepat keruh dan mesin tetap awet.
Sebagian pemilik bahkan mungkin menganggap ini sepele dengan berpikir bahwa kolam renang kehujanan adalah hal yang biasa. Tapi tahukah Anda ini bisa menjadi masalah jika terjadi lagi dan lagi?
Paparan air hujan yang terus-menerus tanpa penanganan tepat akan merusak kualitas air dan merugikan Anda di kemudian hari. Jika tidak percaya silakan simak penjelasan di bawah.
Dampak Air Hujan untuk Kondisi Kolam Renang, Jangan Disepelekan!
Paparan air hujan yang masuk ke dalam kolam renang terbuka membawa berbagai unsur kimia dan organik dari atmosfer. Hal ini secara langsung mengubah karakteristik air yang tadinya sudah bersih dan seimbang.

Berikut adalah beberapa dampak yang perlu Anda waspadai.
1. Kadar Zat Kimia Air Kolam Renang Menjadi Terganggu
Air hujan umumnya memiliki sifat asam dengan pH berkisar antara 5,0-5,6. Sementara itu, standar sanitasi kolam renang mengharuskan kadar pH berada di angka ideal 7,2-7,6.
Saat air hujan masuk dalam jumlah besar, terjadi penurunan pH secara drastis yang membuat air menjadi korosif dan berisiko merusak komponen logam pada pompa serta pemanas.
Ingin tahu panduan lebih lengkap mengenai water treatment? Cek panduan kami cara merawat air kolam renang.
2. Pertumbuhan Alga yang Cepat
Air hujan tidak hanya sekadar air biasa, melainkan membawa nutrisi berupa nitrogen dan fosfat dari atmosfer serta limpasan air tanah.
Fosfat adalah makanan utama bagi alga untuk berkembang biak. Jika klorin sedang lemah akibat pengenceran oleh air hujan, kolam Anda dapat berubah menjadi hijau atau mengalami algae bloom hanya dalam hitungan jam setelah badai berhenti.
3. Kerusakan Struktural dan Peralatan
Air hujan yang meresap ke dalam tanah di sekitar dinding kolam dapat menciptakan tekanan hidrostatik dari luar. Jika Anda mengosongkan air kolam terlalu banyak saat hujan, tekanan tanah ini bisa menyebabkan struktur beton retak atau bahkan terangkat.
Di sisi lain, tumpukan sampah organik seperti daun dan ranting yang terbawa hujan sering kali menyumbat skimmer serta keranjang pompa. Jika dibiarkan menyumbat, motor pompa bisa terbakar karena kekurangan aliran air saat sirkulasi berjalan.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Merawat Kolam Renang di Musim Hujan?
Menghadapi cuaca yang tidak menentu memang membutuhkan kesigapan ekstra. Kami telah merangkum beberapa langkah teknis yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah agar kondisi kolam tetap terkendali meskipun badai menerjang.
1. Bersihkan Kotoran dan Sampah yang Terlihat
Langkah awal yang paling mudah dilakukan adalah mengambil sampah yang terapung. Gunakan jaring atau leaf skimmer untuk mengangkat daun dan ranting sebelum mereka tenggelam dan membusuk di dasar lantai kolam.
Selain itu, segera kosongkan keranjang skimmer serta keranjang pompa agar aliran sirkulasi tetap lancar dan mesin tidak mengalami panas berlebih.
2. Atur Volume Air
Jika curah hujan sangat tinggi dan membuat air melewati batas atas lubang skimmer, sirkulasi tidak akan berjalan maksimal. Anda perlu membuang sebagian air menggunakan fitur waste atau backwash pada katup filter.
3. Uji dan Seimbangkan Kimia Air
Jangan pernah menebak-nebak kondisi air hanya dari penglihatan mata saja. Gunakan test kit kolam renang untuk mengecek kadar pH dan klorin segera setelah hujan reda.
Jika pH berada di bawah 7,2, segera tambahkan soda ash untuk menaikkannya. Pastikan juga total alkalinitas berada di rentang 80–120 ppm guna menjaga stabilitas pH.
Jangan lupa menaikkan kembali kadar klorin karena air hujan membawa banyak kontaminan yang menghabiskan sisa klorin bebas di kolam Anda.
4. Lakukan “Pool Shock” Kolam
Memberikan klorin dosis tinggi atau melakukan shocking sangat penting dilakukan segera setelah hujan berhenti. Langkah ini berfungsi untuk melakukan oksidasi dan membunuh spora alga serta bakteri yang terbawa oleh air hujan.
Sebagai perlindungan tambahan, Anda juga bisa menambahkan cairan algaecide guna mencegah bibit lumut berkembang di sela-sela nat keramik.
Penanganan cepat setelah hujan akan menyelamatkan Anda dari biaya pengurasan air yang jauh lebih mahal.
5. Jalankan Sistem Filtrasi
Setelah bahan kimia dimasukkan, jalankan pompa dan filter selama minimal 8-12 jam setelah hujan besar. Hal ini bertujuan untuk meratakan bahan kimia dan menyaring partikel halus yang terbawa air hujan.
Sambil sirkulasi berjalan, sikatlah dinding serta lantai kolam untuk memastikan tidak ada spora alga yang mulai menempel. Kerja sama antara sirkulasi mesin dan pembersihan manual akan membuat air kolam Anda tetap terjaga meskipun musim hujan sedang mencapai puncaknya.
Baca juga: Jasa Pembersihan Kolam Renang Profesional
Tidak sempat merawatkolam renang saat musim hujan sendirian karena jadwal yang padat? Hubungi Nata Air segera. Kami siap memberikan bantuan profesional agar Anda tidak perlu pusing memikirkan kondisi kolam saat cuaca buruk.
Sampaikan di mana lokasi Anda untuk memastikan ketersediaan layanan perawatan kolam renang panggilan dari tim kami. Hubungi kami di nomor +62 816-773-514 dan biarkan tim kami membuat semuanya lebih terasa mudah.
FAQ
Apakah saya perlu mengurangi air kolam sebelum hujan lebat?
Ya. Disarankan untuk membuang air sekitar 10–15 cm menggunakan setelan "Waste" atau "Backwash" pada filter. Ini mencegah air meluap berlebihan terutama pada kolam renang tipe skimmer.
Mengapa air kolam sering berubah menjadi hijau setelah hujan?
Hujan membawa nitrogen dan fosfat yang merupakan makanan alga. Bersamaan dengan itu, air hujan mengencerkan kadar kaporit (klorin), sehingga alga tumbuh sangat cepat (algae bloom) hanya dalam hitungan jam.
Bahan kimia apa yang wajib disiapkan saat musim hujan?
Anda perlu menyiapkan Soda Ash untuk menaikkan pH, Kaporit (Klorin) untuk sanitasi, dan PAC (Poly Aluminium Chloride) untuk mengendapkan kotoran halus yang terbawa hujan agar mudah divakum.
