Dinding Kolam Renang Licin Meski Air Jernih, Apa Penyebabnya? Air kolam renang yang terlihat jernih belum tentu benar-benar terbebas dari masalah. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah dinding kolam terasa licin, bahkan ketika warna air masih terlihat bersih dan tidak keruh. Jika dibiarkan, permukaan yang licin dapat berkembang menjadi lumut dan membuat kolam kurang nyaman digunakan.
Lalu, apa yang menyebabkan dinding kolam renang licin padahal airnya jernih? Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.
Tanda Awal Pertumbuhan Alga
Dinding kolam yang terasa licin bisa menjadi tanda awal adanya alga atau lumut. Pertumbuhan alga tidak selalu langsung membuat air berubah hijau. Pada tahap awal, alga dapat membentuk lapisan tipis pada dinding dan lantai kolam.
Lapisan tersebut biasanya terasa licin ketika disentuh atau diinjak. Jika tidak segera dibersihkan, lapisan akan semakin tebal dan akhirnya dapat membuat warna permukaan kolam berubah.
Kadar Chlorine Terlalu Rendah
Chlorine memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan air kolam. Ketika kadar chlorine terlalu rendah, kemampuan air dalam mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme juga dapat berkurang.
Akibatnya, alga lebih mudah berkembang pada dinding, lantai, tangga, maupun sudut kolam. Air mungkin masih terlihat jernih, tetapi permukaannya mulai terasa licin.
Karena itu, perawatan kolam sebaiknya tidak hanya mengandalkan tampilan air. Pemeriksaan kadar chemical secara berkala juga penting untuk mengetahui kondisi air sebenarnya.
Sirkulasi Air Tidak Maksimal
Sistem sirkulasi memiliki pengaruh besar terhadap kebersihan kolam. Air yang tidak mengalir secara merata dapat menyebabkan beberapa area menjadi lebih mudah mengalami penumpukan kotoran dan pertumbuhan alga.
Bagian sudut kolam, tangga, area dekat dinding, atau lokasi yang aliran airnya kurang baik biasanya perlu mendapatkan perhatian lebih.
Jika dinding sering terasa licin meskipun sudah dibersihkan, kondisi pompa, filter, inlet, dan sistem sirkulasi sebaiknya ikut diperiksa.
Dinding dan Lantai Jarang Disikat
Filter kolam berfungsi membantu menyaring kotoran yang berada di dalam air. Namun, filter tidak dapat menggantikan fungsi penyikatan pada dinding dan lantai.
Debu, mineral, sisa kotoran, dan lapisan mikroorganisme dapat menempel pada permukaan kolam. Jika tidak disikat secara rutin, lapisan tersebut dapat membuat permukaan terasa licin.
Penyikatan dinding dan lantai secara berkala membantu mengangkat lapisan yang menempel sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih sulit ditangani.
Keseimbangan Air Tidak Tepat
Selain chlorine, pH air kolam juga perlu diperhatikan. Kondisi pH yang tidak sesuai dapat memengaruhi efektivitas chemical yang digunakan dalam perawatan kolam.
Oleh sebab itu, jangan hanya menambahkan chlorine ketika dinding terasa licin. Periksa kondisi air secara menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui dengan lebih tepat.
Cara Mengatasi Dinding Kolam yang Licin
Jika dinding kolam mulai terasa licin, lakukan pemeriksaan dan pembersihan secara menyeluruh. Dinding serta lantai perlu disikat agar lapisan yang menempel dapat terangkat.
Selanjutnya, periksa kadar chlorine dan pH. Pastikan pompa serta filter bekerja dengan baik dan sirkulasi air berjalan secara merata.
Jika masalah terus berulang, sebaiknya jangan hanya fokus pada chemical. Bisa jadi terdapat persoalan pada sistem filtrasi atau sirkulasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Percayakan Perawatan kepada Nata Air
Merawat kolam renang secara rutin membutuhkan waktu dan perhatian, terutama jika kolam digunakan setiap hari. Jika dinding kolam sering terasa licin, air mudah berubah kondisi, atau Anda kesulitan menjaga kualitas air, menggunakan jasa profesional dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Nata Air dapat menjadi rekomendasi untuk membantu kebutuhan perawatan kolam renang Anda. Perawatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan air, dinding, lantai, serta memastikan sistem kolam tetap bekerja dengan baik.
Dengan maintenance yang tepat, masalah seperti dinding licin, pertumbuhan lumut, air keruh, dan berbagai gangguan lainnya dapat diminimalkan.
Kesimpulan
Air kolam yang jernih tidak selalu berarti seluruh bagian kolam sudah bersih. Dinding yang terasa licin dapat menjadi tanda awal pertumbuhan alga, kadar chlorine yang kurang, sirkulasi yang tidak maksimal, atau permukaan kolam yang jarang dibersihkan.
Jangan menunggu sampai dinding berubah hijau atau air menjadi keruh. Lakukan perawatan secara rutin dan periksa kondisi kolam secara menyeluruh. Untuk membantu menjaga kolam tetap bersih dan nyaman digunakan, Nata Air dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan jasa perawatan kolam renang Anda.
Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami untuk menyesuaikan kebutuhan Anda. Nata Air merupakan kontraktor kolam renang berpengalaman dengan tim profesional. Hubungi kami jika Anda ingin membuat kolam renang impian Anda (0816-773-514)